Banjarsari--Kamis tanggal 16 Januari 2020 pukul 09.30 WIB di Balai Desa Banjarsari telah berlangsung kegiatan Penyuluhan Kesehatan Penyakit tidak Menular. Dalam kegiatan tersebut dihadiri Perangkat Desa, Kader Lansia, dan Peserta Sosialisasi berjumlah kurang lebih 50 orang. Dalam Kegiatan Penyuluhan Penyakit Tidak Menular (PTM) menghadirkan narasumber yakni Dr. Tari astuti selaku Kepala Puskesmas Samigaluh 2.
Kepala Desa Banjarsari dalam sambutannya menyampaikan serta mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas Samigaluh 2 yang telah memberikan kesempatan untuk mendapatkan sosialisasi ini dan mohon maaf jika dalam menanggapinya kurang memadai. Banyak penyakit yang tidak disadari karena ketidak mampuan kita, maka dari itu dengan diadakan kegiatan ini maka kita bisa mulai mendeteksi penyakit dini. Harapan kami bagi para peserta yang mendapatkan sosialisasi ini dapat dimanfaatkan serta dapat disampaikan kepada masyarakat lain. Karena dengan kesehatan orang akan produktif. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada seluruh peserta agar mampu dan gerak cepat menanggapi faktor resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) maupun disebabkan Lanjut Usia (Lansia).
Penyampaian materi dalam kegiatan Penyuluhan Kesehatan Penyakit Tidak Menular (PTM) disampaikan oleh Dr. Tari Astuti dengan tema Deteksi Dini dan Situasi Penyakit Tidak Menular (PTM). Adapun isi dari materi pertama sebagai berikut : " Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian secara global. Menurut data dari WHO menunjukkan bahwa dari 57 juta kematian yang terjadi di dunia pada tahun 2008 sebanyak 36 juta atau hampir dua pertiganya disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular (PTM). PTM juga membunuh penduduk dengan usia yang lebih muda. Di negara-negara yang tingkat ekonomi rendah dan menengah dari seluruh kematian yang terjadi pada orang orang berusia kurang dari 60 tahun 29% disebabkan okeh PTM. Peningkatan terbesar akan terjadi di negara negara menengah dan miskin. Lebih dari dua pertiga (70%) populasi global akan meninggal akibat Penyakit Tidak Menular seperti kanker, penyakit jantung, stroke dan diabetes. Pada tahun 2030 diprediksi akan ada 52 juta jiwa kematian per tahun karena Penyakit Tidak Menular (PTM), naik 9 juta jiwa dari 38 juta jiwa pada saat ini. Disisi lain kematian akibat penyakit menular seperti malaria, TBC, atau penyakit infeksi lainnya akan menurun. Pada negara-negara menengah dan miskin PTM akan bertanggung jawab terhadap tiga kali dari tahun hidup yang hilang dan disability. Hampir 5 kali dari kematian penyakit menular, maternal, perinatal dan masalah nutrisi. Upaya Kesehatan P2PTM diarahkan pada Detect, Prevent, dan Response melalui pendekatan keluarga pada siklus kehidupan dan pendekatan institusi (sekolah, fasum, tempat kerja dsbnya). Pendekatan keluarga dapat mengurangi misoppurtunity to deteksi PTM dan PM, mencegah KLB memperluas cakupan (total coverage) dan mengendalikan faktor resiko penyakit. Untuk pelaksanaan integrasi program keluarga sehat diperlukan Integrasi Petugas, regulasi dan kebijakan serta Integrasi perencanaan serta penganggaran. Pengendalian PTM lebih dititik beratkan pada promotif dan preventif untuk mencegah faktor resiko sehingga tidak akan berdampak pada sosial ekonomi".
Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Penyakit Tidak Menular (PTM) meliputi rokok, kurang konsumsi sayur dan buah, kurang aktivitas fisik, konsumsi alkohol, pengukuran berkala Indeks Masa Tubuh (IMT), lingkar perut, tekanan darah, Arus Puncak Ekspirasi (APE), dan pemeriksaan gula darah sewaktu, kolesterol total, trigeliserida, pemeriksaan klinis payudara, pemeriksaan lesi pra kanker dengan Inpeksi Visual Asam Asetat (IVA), kadar alkohol dalam darah, tes amfetamin urin, serta potensi terjadinya cedera. Kegiatan Posbindu PTM pada dasarnya merupakan kegiatan milik masyarakat yang dilaksanakan sepenuhnya dari masyarakat oleh masyarakat dan untuk masyarakat.
Kegiatan Penyulahan Kesehatan Penyakit Tidak Menular (PTM) di Balai Desa Banjarsari berjalan dengan aman dan lancar, sebelum acara berakhir dilakukan tanya jawab dilanjutkan senam.