
Merti Kalurahan adalah tradisi turun temurun di Jawa, atau biasa juga disebut "Bersih Desa", di mana warga secara gotong royong mengadakan rangkaian kegiatan prosesi adat. Salah satu kegiatannya yaitu kirab gunungan berupa nasi tumpeng, berbagai makanan, hasil bumi seperti kelapa, singkong, sayuran dan sebagainya, yang kemudian di arak menuju titik tertentu.
Kegiatan Merti Kalurahan merupakan wujud rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa, juga sebagai ajang silaturahmi seluruh warga masyarakat dari berbagai kalangan. Rangkaian acara Merti Kalurahan diawali dengan bersih-bersih lingkungan dan makam, ziarah makam leluhur, kenduri, kirab, upacara serta dimeriahkan dengan pertunjukan seni jatilan dan wayang kulit.
Pelaksanaan Merti Kalurahan di Banjarsari terbagi menjadi 2 yaitu di bekas Kalurahan Balong (8 Padukuhan) dan bekas Kalurahan Jumblangan (6 Padukuhan).
Tujuan dari Merti Kalurahan ini adalah :
- Sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat dan karunia yang telah diberikan. Tuhan memberikan nikmat dan rezeki melalui hasil alam yang melimpah.
- Sebagai wujud pelestarian kebudayaan yang sudah turun-temurun diwariskan oleh para pendahulu.
- Sebagai sarana silaturahmi, masyarakat.